2 Tanda Mencolok Orang Yang Pasti Beli Produk atau Jasa
Bagi pebisnis, beberapa bulan terakhir terasa sulit ya. Banyak sekali penurunan, dll. Bahkan ada yang gulung tikar. Padahal jauh sebelumnya, bisnis masih terasa stabil. Minimal ada pembeli. Meski saat covid masih bisa membeli. Sekarang, orang seperti berpikir 1000x lipat untuk membeli sesuatu.
Meski demikian ada lho yang tetap membeli produk atau jasa. Walaupun itu bukan kebutuhan utama. Hanya saja itu hanya berapa persen saja dari sekian populasi yang ada.
Tujuan mereka tetap membeli itu apa?
- Menyenangkan diri sendiri. Ada orang yang ketika mengalami kesedihan, kekecewaan, dll. Mereka justru membeli sesuatu yang bisa menyenangkan. Bisa dalam bentuk makanan, printilan, dll. Ketika mereka konsumsi atau memakai sesuatu yang menyenangkan. Hati mereka pun ikut berubah lebih ke arah positif.
- Melihat orang lain senang. Nah, ini bisa jadi ada 2 versi. Pertama, ketika membeli sesuatu. Mereka ingin memberikan ke orang lain. Biasanya orang terdekat. Melihat orang lain yang mereka beri sesuatu. Lalu mereka terlihat bahagia ketika menerimanya. Orang tersebut jadi merasa senang dan lega. Ingat, bahagia itu biasanya menular. Kedua, biasanya mereka membeli pada penjual yang dinilai kurang banyak pembeli (katakan sepi). Melihat senyum penjual ketika produknya dibeli. Biasanya pembeli juga jadi bahagia.
- Walaupun bukan kebutuhan utama. Ada yang membeli karena fungsinya. Jadi, tidak semata-mata membeli. Mereka tetap membeli karena itu bisa dipergunakan, bermanfaat, dll.
Nah, bagaimana kita mengetahui seseorang benar-benar akan membeli produk atau jasa?
1. Biasanya mereka akan bertanya. Lho, bukannya ada yang bertanya tetapi pergi? Alias tidak membeli?
Cara bertanya mereka itu beda. Pertama, mereka biasanya bertanya secara lebih detil. Bahkan mereka akan memegang, memilih, dan menimbang-nimbang.
Kalau mereka gamang. Kita bisa menyampaikan (kalau itu produk rajutan) bahwa produk bisa custom warna. Ini bisa membantu tetap terjadi penjualan. Bisa jadi warna yang tersedia memang bukan kesukaan mereka.
2. Mereka kembali ke toko atau tempat jualan. Biasanya mereka akan keliling dulu. Kalau masih kepikiran. Mereka akan kembali dan membeli.
Kadang, orang yang pergi dari tempat jualanmu. Entah tidak kembali saat itu juga. Bisa besuknya. Mereka hanya memastikan apakah benar ingin membeli atau semata karena lapar mata. Bisa juga karena belum membawa uang yang cukup.
Jadi, kalau ada yang bertanya lalu pergi. Belum tentu tidak akan membeli. Bisa jadi alasannya di atas.
Maka, tetap layani pembeli dengan menyenangkan ya. Mau beli atau tidak. Urusan nanti.
Tetap semangat ya para pebisnis di Indonesia. Bisnis memang sedang tidak baik-baik saja.
