Blog, Tips Konten

Konten Seperti Apa Yang Bertahan Lama dan Menarik diklik di Media Sosial?

Sebagai praktisi konten baik di blog dan media sosial sejak lama. FYI, aku sudah menulis artikel online di awal tahun 2000. Aku melihat fenomena yang sama. Para penikmat konten masih menyukai hal yang sama. Sayangnya, masih banyak orang yang sedang menggiatkan media sosial justru melakukan hal sebaliknya. Okay, kamu bisa mendapatkan sesuatu lebih cepat (misalnya), tapi amblesnya juga tak butuh waktu lama.

Konten Bukan Buatan Sendiri

Membuat konten berasal dari cuplikan milik orang lain. Tak lantas membuatmu jadi konten kreator sesungguhnya. Kamu mengambil konten orang lain. Bahkan dengan percaya dirinya tidak menuliskan sumbernya. Tentu ini menjengkelkan sekali. Aku pernah berada di posisi itu. Alhamdulillah aku tilik perolehannya tidak seberapa. Konten milikku tetap melesat.

Kalau kamu mau tahu, kenapa kontenku bisa tembus views sebanyak itu. Kamu harus tahu. Aku membuatnya dari nol. Bukan dari aku melihat konten orang lain. Oh banyak nih. Terus aku ambil idenya, Aku lebih ke konten yang dialami orang lain. Sesuatu yang akan diaminkan oleh mereka yang mengalaminya.

Kalimat Tanda Kontenmu Berhasil Kena di Pembaca

“Iya, nih! Bener banget!”

“Relate banget.”

Dua kalimat itu bisa jadi pertanda bahwa kontenmu sudah berhasil menembus emosi pembaca. Oia, emosi itu tak hanya marah ya. Aku harus mengingatkan ini karena ada segelintir orang yang sering memaknai emosi identik dengan marah. Padahal, emosi itu bisa juga senang, sedih, dll.

Pastikan Kontenmu Mengandung Unsur Ini

Buatlah konten yang kamu buat sendiri. Kenapa? Karena orang akan merasakan dan mengenali jiwa si penulis konten. Aku sudah beberapa kali mengalami.

Pernah dulu ada yang mengatakan padaku apakah konten yang ada di A, B,C, D itu karyaku? Aku mengangguk. Ada pula yang tidak. Kenapa? Karena ada konten kreator yang menggunakan karyaku. Bahkan ada juga lho. Dia berbayar tapi menggunakan kontenku secara gamblang.

Jadi, kamu tak perlu takut. Karena pasti mereka yang mengenali gaya tulisanmu akan tahu itu milikmu. Mungkin agak aneh ya. Bagi orang awam untuk memahami. Masa iya, gaya tulis seseorang bisa dikenali?

Nah, kembali ke konten yang dibuat sendiri itu ya. Kalau kamu membuat konten sesuai gayamu. Maka ada unsur orisinalitas dalam karyamu. Karena orang lain belum tentu bisa membuatnya. Mau dipakai idemu. Cara penyampaian, dll tak akan sama.

Oia, pencarian juga akan sangat menyukai konten yang orisinil tersebut.

Lantas Bagaimana Cara Membuat Konten Orisinil?

Tentu saja kamu membuatnya sendiri. Menulis sendiri konten itu sendiri. Jangan lupa untuk menambah pengalaman, pengamatan, sudut pandang, riset, dll.

Kalau pun kamu menggunakan media. Misal foto. Pastikan itu milikmu sendiri. Hasil jepret sendiri. Setelah itu olah agar enak dibaca.

Semua berproses. Itu saja. Awalnya akan terasa membosankan. Tidak menarik, dll. Itu wajar.

Cobalah terus. Lakukan eksperimen. Nanti tulisan atau kontenmu akan mendapatkan tempatnya sendiri. Tapi sifatnya tidak sementara.

Konten Apa Yang Awet?

Konten berdasarkan pengalaman lebih menjanjikan. Contohnya ini. Konten tersebut akan awet bertahan. Karena masih relevan tanpa kenal waktu. Bahkan pengalamanmu ketika membuat SIM atau memperpanjang SIM akan menjadi konten yang selalu dicari.

Cobalah sekarang juga ya.

(Visited 7 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *